Dari tahun ketahun Regenerasi hacker semakin bertambah. tidak salah kalo anda pemilik website terkena yang namanya Deface , karena website anda kurang keamanan nya.. :D
Nah Kali ini saya ingin share beberapa tips untuk mengamankan sistem pada website anda yang saya ambil dari hacker-newbie.org .. mungkin tips ini bermanfaat bagi anda pengguna web sebagai administrator untuk selalu berhati-hati .. =))
Langsung saja saya share tipsnya..
1. Pada
umumnya, hosting websites dilakukan pada ISP (Internet Service
Provider) dengan space tertentu, lalu kita melakukan upload website via
FTP atau via CPANEL (Control Panel). Webhosting inilah yang rawan dan
mudah sekali dibobol oleh Hacker di antaranya mengunakan teknik SQL
Injection. Maka disarankan agar mengunakan Server sendiri dan mengunakan
VPS (Virtual Private Server). Dengan Server sendiri atau Virtual
Private Server bisa mengunakan berbagai proteksi terhadap kita secara
Customized. Beda dengan Web Hosting, proteksi security dilakukan
terserah apa kata ISP. Kelemahan proteksi inilah yang dimanfaatkan oleh
Hacker dengan melakukan Port Scanning untuk menemukan celah security
yang bisa ditembus untuk bisa masuk dan mengambil alih websites
tersebut.
2. Mengunakan
Hardware Security yang powerfull diantaranya yang memiliki fitur
Firewall, IDS (Intrusion Detection System) dan IPS (Intrusion
Prevention System). Contohnya mengunakan Fortigate, Cisco Series
Security, 3Com Tipping Point, dan lainnya. Dapat juga mengunakan
software IDS seperti Black ICE Countermeasures ataupun Distro Linux
untuk security system seperti Smootwall, Monowall, Customized Distro
Linux, dan lainnya. Umumnya, baik software maupun hardware security ini
bisa secara otomatis mengirimkan email alert bahkan bisa mengirimkan
alert via SMS jika system mendeteksi adanya serangan dari hacker.
3. Mengunakan
system yang Stable yang sudah perfect systemnya, sehingga kemungkinan
adanya celah keamanan juga dapat diminimalkan. Banyaknya software atau
tool web builder dengan berbagai versi terutama versi gratis/ free
License/ Freeware, sebaiknya para pemakai memilih versi yang sudah
dinyatakan Stable. Seperti adanya BUG pada software Joomla versi 1.5.0 –
1.5.5.
4. Web
Administrator/ System Administrator harus melakukan Review, Testing,
Simulasi secara berkala terhadap keamanan pada Server yang dikelolanya.
Bahkan bisa bekerja sama dengan Hacker (White Hacker yang dapat
dipercaya reputasinya) untuk melakukan Audit terhadap implementasi
Security Web Servernya.
Nah Cuman Seegitu tipsnya.. moga membantu anda untuk para pemilik Website .. =))

Posting Komentar